CPA, cost per acquisition atau biaya per akuisisi, juga dikenal sebagai biaya per konversi. Dalam tulisan kali ini ini kita akan membahas mengenai Buying Type CPA. CPA atau Cost Per Acquisition atau biaya per akuisisi juga dikenal sebagai biaya per konversi.
CPA adalah metrik pemasaran yang mengukur biaya kumulatif pelanggan yang mengambil tindakan pada iklan yang mengarah ke konversi. Konversi biasanya juga identik dengan penjualan, klik, unduhan (download), atau pemasangan (install).
Dengan menggunakan CPA, Anda bisa memperkirakan berapa biaya pelanggan baru serta membantu menentukan apakah strategi Anda perlu direvisi. Cost Per Acquisition lebih disukai oleh para marketing karena mereka membayar untuk hasil langsung dan Anda bisa membandingkan performa iklan di seluruh channel.
Misalnya, Anda menjalankan kempen di berbagai macam channel, pertama itu Facebook, Google, atau di marketplace lain. Dari situ, kita bisa membandingkan dari satu kempen di Facebook, kita bandingkan dengan kempen di Google, yang mana mendatangkan CPA paling bagus atau paling rendah; itu bisa dibilang kempen yang works. (Misalnya, Anda menjalankan campaign di Facebook dan Google).
CPA formula:
CPA = The total cost / Number of conversions
Kalau untuk perhitungan formulanya, cara menghitung CPA itu seperti apa, kira-kira seperti ini Jadi, contoh Anda melakukan kempen di Facebook, taruhlah di Instagram gitu ya. Anda punya toko bunga, jadi anggaran iklan Anda 15 juta dalam satu bulan. Jadi, setelah satu bulan itu berakhir atau kempen Anda berakhir, Anda menghitung kembali bahwa dalam 15 juta tersebut, Anda mendapatkan 25 penjualan.
Jadi, cara menghitungnya dari 15 juta dibagi 100, yang mana hasilnya ada 150 ribu. Jadi, CPA itu yang menjadi hitungan Anda. Jadi, kalau Anda mengiklankan di Facebook, CPA-nya dapat berapa? Lalu, Anda mengiklankan di Google, itu dapat berapa CPA-nya? Atau jika memang teman-teman extend lagi ke publisher besar, misalkan ke publisher berita, itu dapat CPA-nya berapa?
Dari situ, di-compare langsung saja dari Facebook, Instagram, mana yang paling bagus CPA-nya, paling murah itu menjadi works bisa dilanjutkan. Yang lain, kempen yang lebih mahal CPA-nya, itu teman-teman bisa melakukan analisa lagi, atau kalau saya nyebutnya, optimasi. Jadi, yang mana channel mendatangkan lebih banyak penjualan, biasanya kita akan menaruh budget di sana. Kita akan menaruh budget lebih besar di sana untuk mendapatkan penjualan lebih banyak.
Lalu, di tulisan selanjutnya, saya akan memaparkan buying start lain seperti cost per order, atau yang biasa kita kenal dengan CPO.
Tulisan ini merupakan bagian dari Digital Advertising Course berdasarkan pengalaman dan rekomendasi oleh Rubbi Widiantoro yang menjadi basic principle dalam digital ad atau programmatic buying serta bisa menjadi pembelajaran untuk melakukan pembelian iklan digital melalui programmatic