2.1.4 SEO & SEM

Apa itu SEO?
Secara simpel, SEO itu kepanjangan dari Search Engine Optimization atau SEO adalah proses memodifikasi situs agar meningkatkan visibilitas nya ketika orang sedang mencari produk atau jasa yang berkaitan dengan bisnis tersebut pada Google, Bing ataupun Search Engine lainnya. Semakin baik visibilitas sebuah situs untuk muncul pada search results, maka semakin besar kemungkinan untuk menarik perhatian, prospek, serta existing customer kepada produk.

Selama ini banyak orang yang membahas tentang apa itu SEO, tapi jarang ada yang membahas SEM secara bersamaan. Padahal keduanya merupakan sesuatu yang penting untuk dipahami dalam dunia internet. Apalagi jika Anda adalah pelaku usaha yang memanfaatkan internet untuk digital marketing. Untuk itu, Anda perlu terlebih dahulu memahami beda SEO dan SEM dengan baik.

Pengertian SEO dan SEM
SEO merupakan singkatan dari Search Engine Optimization. Pengertian SEO adalah upaya mengoptimasi website untuk mendapatkan peringkat teratas di hasil pencarian. Jika posisi website Anda berada di posisi hasil pencarian terbaik di Search Engine Results Page (SERP) akan memungkinkan orang lain menemukan website Anda dengan mudah

Sementara itu, SEM singkatan dari Search Engine Marketing. Pengertian SEM adalah mengoptimasi website agar muncul di mesin pencari dengan memanfaatkan iklan. Dengan kata lain, dalam penerapan SEM dibutuhkan trik mengiklankan website secara tepat menggunakan berbagai metode, seperti Pay Per Click (PPC), dan sebagainya. Jelas dalam penerapan metode ini dibutuhkan biaya pula.

Secara fungsi, keduanya memiliki persamaan yang cukup banyak. Namun secara cara kerja, keduanya memiliki perbedaan dan kelebihan serta kekurangan masing-masing. Agar lebih jelas, mari bersama-sama memahami beda SEO dan SEM.

Bagaimana SEO bekerja?
Search Engine seperti Google dan Bing menggunakan bots mencari dari situs ke situs untuk mengumpulkan informasi mengenai situs-situs tersebut dan kemudian menaruhnya pada suatu index. Kita dapat pikirkan index seperti sebuah perpustakaan dimana sang penjaga perpustakaan atau pustakawan dapat mengambil sebuah buku (dalam kasus ini website) untuk membantu kita mencari secara tepat apa yang kita cari saat ini.

untuk bisa bots menemukan sebuah website maka website tersebut harus memberikan izin bots tersebut untuk meng-crawl sebuah website maka pemilik website atau owner harus memberikan akses dengan mengupload robot.txt, apa itu robots.txt adalah sebuah file yang berperan dalam membantu mesin pencari seperti Google untuk melakukan crawl terhadap isi konten serta URL pada website. File ini berisi instruksi dan perintah ke terhadap bot untuk melakukan crawl.

File robots.txt terdiri dari satu atau lebih aturan. Seperti aturan memblokir atau mengizinkan akses untuk semua atau crawler tertentu ke jalur file yang ditentukan pada domain atau subdomain tempat file robots.txt dihosting. Kecuali Anda menentukan sebaliknya dalam file robots.txt, biasanya Robots.txt terletak di root situs web. Sebagai contoh, www.domainkamu.com akan menyertakan file robots.txt di www.domainkamu.com/robots.txt.

contoh robot.txt untuk bots google bisa meng-crawl website

User-agent: Googlebot
Disallow: /nogooglebot/

User-agent: *
Allow: /

Sitemap: https://www.example.com/sitemap.xml

Selanjutnya, Algoritma mesin pencari akan menganalisa halaman-halaman dalam index data base mereka, mempertimbangkan beberapa faktor, dan kemudian menentukan urutan situs dan halaman yang akan muncul pada hasil pencarian untuk informasi yang sedang kita cari. Dalam analogi perpustakaan sebelumnya, pustakawan akan terlebih dahulu membaca dan mengenali setiap buku yang ada di dalam perpustakaan tersebut, hingga akhirnya bisa menentukan buku mana yang akan paling sesuai dengan pencarian kita.

Seperti yang dibilang sebelumnya, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi urutan hasil pencarian yang muncul. Beberapa Faktor-faktor tersebut seperti:
pertama User experience atau estimasi bot terhadap seberapa mampu situs untuk memberikan informasi yang diminta oleh user. Kedua Content Quality, ketiga Keyword, keempat Crawlability atau seberapa baik konten dalam situs dapat diakse

Algoritma pencarian didesain untuk memunculkan situs yang relevan dan mampu untuk menyediakan user dengan search experience yang efisien. Oleh karena itu, mengoptimalisasikan situs dan konten di dalamnya akan menyebabkan situs untuk muncul lebih tinggi pada hasil pencarian.

Memahami Beda SEO dan SEM

  1. Target Audiens
    Di bagian ini, Anda sudah bisa mengetahui beda SEO dan SEM. Dengan SEM, Anda bisa memilih target audiens yang diinginkan, mulai dari kategori umur, jenis kelamin, wilayah dan lainnya dengan lebih baik dibandingkan dengan SEO. Selain itu, target audiens yang digunakan dalam SEM jauh lebih terukur dan bisa dilakukan pada saat awal melakukan setting iklan. Sedangkan dalam penerapan SEO, Anda tidak serta merta bisa melakukan target audiens. Anda perlu menaikkan konten terlebih dahulu di website, baru bisa menganalisis apakah konten tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan. Jika tidak, maka Anda perlu melakukan optimasi berkali-kali lagi.
  2. Kecepatan
    Jika dilihat dari prosesnya, baik menggunakan SEO dan SEM, tidak langsung muncul di halaman pertama pencarian. Namun jika dibandingkan dengan SEO, kecepatan hasil yang diberikan SEM bisa dirasakan lebih cepat. SEM juga bisa dimatikan kalau ternyata target yang dituju belum didapat, kemudian diaktifkan kembali setelah Anda menentukan ulang target audiens.
  3. Jangka Waktu
    Berbeda dengan SEM, SEO akan memberikan dampak optimasi yang cukup lama. Sedangkan SEM hanya akan bertahan sesuai jangka waktu yang ditentukan. Dengan bahasa yang lebih sederhana, durasi iklan hanya bertahan sesuai dengan jumlah biaya yang Anda bayar. Sedangkan SEO akan bertahan untuk waktu yang cukup lama sesuai dengan perkembangan yang ada.
  4. Anggaran
    Beda SEO dan SEM yang lainnya adalah dalam segi anggaran yang dibutuhkan. SEM yang berupa iklan berbayar tentu membutuhkan anggaran yang sudah ditentukan sesuai dengan jangka waktu yang Anda inginkan. Otomatis untuk penggunaannya, Anda harus menyiapkan anggaran yang tidak sedikit. Sedangkan SEO bisa digunakan tanpa mengeluarkan biaya. Sederhananya SEO itu gratis dan SEM itu berbayar.
  5. Potensi CTR (Click Through Rate)
    Terakhir, tapi bukan benar-benar yang terakhir. Potensi CTR SEO lebih besar dibandingkan dengan SEM. Meski kedua cara digunakan dan hasil SEO dan SEM tampil di halaman pertama pada saat yang bersamaan, kemungkinan orang untuk melakukan klik pada iklan berbayar lebih kecil dibanding hasil optimasi SEO.

Ini disebabkan karena orang cenderung kurang senang dengan tanda “iklan” yang muncul bersamaan di barisan paling atas pencarian. Mereka akan berpikir link yang muncul dengan tanda iklan / ads itu hanyalah iklan biasa dan belum tentu memiliki konten sesuai dengan apa yang diinginkan.

Memahami beda SEO dan SEM akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih baik dalam meningkatkan performa website. Maka pilih dan putuskan sesuai dengan kebutuhan Anda saat ini.

Mengapa SEO penting?
Setiap tahunnya, setiap orang mampu melakukan pencarian hingga triliunan pencarian untuk mendapatkan informasi, seringkali mengenai produk atau informasi. Namun setiap tahunnya, hasil pencarian selalu berevolusi untuk memberikan hasil jawaban yang lebih direct dan informasi yang lebih mampu untuk membuat user bertahan dibanding mengarahkan mereka kepada website-website lain. Ketika kita mampu untuk mengerti apa yang pelanggan inginkan dan cari, maka kita mampu untuk menggunakan informasi tersebut kepada campaign kita di seluruh website, social media, dan lainnya.

Lalu bagaimana Caranya kita mampu untuk mengoptimalkan SEO kita?
Caranya adalah dengan membangun strategi untuk mengoptimalkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pencarian, terutama melalui keywords, links dan konten.

Strategi untuk Mengoptimalisasi SEO

Pertama-tama kita perlu mengenali tiga kunci dalam SEO, yaitu Content, Technical SEO dan Links. Apabila situs memiliki konten yang sesuai dan relevan, situs mudah untuk dinavigasi dan berfungsi pada semua platform, serta situs memiliki koneksi dengan situs-situs lain karena situs lain menganggap situs tersebut relevan dan baik, dapat dikatakan bahwa strategi SEO yang digunakan telah berhasil.

Memaksimalkan strategi SEO berarti memaksimalkan kunci-kunci didalamnya. Akan tetapi, hanya membuat banyak konten, membuat situs yang responsif, dan mendapat banyak banyak link, tidak menjamin strategi SEO tersebut akan berhasil. Sebaliknya, jika dilakukan dengan salah, situs justru dapat sulit muncul pada hasil pencarian.

Kita hanya akan berfokus pada strategi optimalisasi SEO melalui pembuatan konten dan keyword. Kita akan mulai membahas pembuatan konten

Konten

Prinsip yang perlu dipahami adalah strategi konten SEO yang baik bergantung pada kualitas konten yang diberikan.

Search Engine, contohnya Google, menggunakan sebuah “program” untuk menginterpretasi situs anda. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan konten yang informatif. Konten yang berada di dalam situs untuk menjelaskan jasa/produk yang ada, disebut juga dengan functional content. Functional content menjadi sebuah requirement yang akan dianalisa oleh“program”.

Sebuah situs yang baik akan memiliki functional content yang baik. Akan tetapi, untuk memiliki daya tarik, situs juga perlu memiliki popularitas. Untuk membuat popularitas, dibutuhkan jenis konten yang lain, yaitu engaging content. Konten ini berfungsi untuk mendapatkan perhatian dari audiens dimanapun mereka sedang online. Konten yang dibuat sebaiknya memiliki unsur fun, tetapi wajib sekali untuk tetap relevan dan berkaitan dengan brand.

Engaging content yang dibuat dengan baik akan membuat situs banyak muncul dan beberapa orang mungkin akan membuat link atau cite kepada situs tersebut. Setiap citation atau link pada situs akan memberikan sinyal kepada google bahwa situs tersebut memproduksi sebuah value yang disukai oleh banyak orang. Dengan demikian, akan menghasilkan posisi yang lebih tinggi pada hasil pencarian di term-terms terkait.

SEO rules for content
Kunci dari SEO konten adalah bukan berfokus untuk mengoptimalisasi search engines, tetapi untuk mengoptimalisasi audiens. Apabila kita melakukan riset kita dengan benar, kita akan menemukan bahwa penggunaan konten yang baik dan keyword yang tepat sudahlah cukup.
Kita perlu juga untuk memproduksi konten-konten. Online konten yang telah kita buat memanglah tidak hilang asalkan tidak kita hapus, tetapi search engine seperti google senang untuk melihat konten baru.

Terakhir, penting juga untuk menjaga situs untuk menjadi sumber konten produk anda. Engaging content yang telah dibuat perlu dipertahankan di situs agar search engine seperti google mengetahui sumber dari konten-konten tersebut dan situs lain dapat membuat link balik kepada situs. Seiring berkembangnya sosial media, banyak perusahaan yang akhirnya berfokus pada produksi konten di youtube ataupun twitter. Apabila tidak diseimbangkan dengan baik, tak jarang akhirnya konten di situs menjadi berkurang dan hal ini dapat mempengaruhi SEO performance. Meskipun demikian, tetap penting untuk menggunakan media-media sosial tersebut secara seimbang sebagai strategi sosial media anda.

Mengoptimalisasi SEO melalui Keyword

Keyword
Tahapan pertama dalam menentukan keyword adalah menentukan goals dan objektif untuk SEO channel, contohnya seperti bertanya “apakah SEO akan menjadi channel utama yang digunakan?”

Tahapan kedua adalah menentukan dan memahami target audiens utama yang akan mengunjungi websites. Cobalah untuk membuat gambaran akan audiens kita beserta dengan kepribadiannya serta potential behaviour dari audiens tersebut. Contohnya, kita membuat gambaran audiens kita adalah seorang remaja perempuan muda yang tinggal di kota metropolitan. Berdasarkan gambaran tersebut, kita bisa memprediksi kebutuhan-kebutuhannya, seperti dirinya yang akan sering mencari tempat untuk hangout di akhir pekan, juga menspesifikan pada lokasi yang sedang populer untuk usianya.
Langkah ini menjadi sangat berguna dalam memprediksi apa yang audiens akan cari. Seluruh insight yang kita dapat dari membentuk gambaran audiens dapat kita gunakan untuk membantu dalam melakukan keyword research.

Tahapan ketiga adalah melakukan Keyword Research atau membuat list akan keyword yang mungkin akan dicari. Tahap ini terdiri dari beberapa step.

Step pertama: Create Logical Segments
Beberapa bisnis kemungkinan besar memiliki berbagai jasa atau produk, beberapa diantaranya mungkin sangat bervariasi. Oleh karena itu, baik apabila membagi-bagi produk atau jasa tersebut ke dalam beberapa segmen. Klasifikasi segmen dapat didasarkan pada beberapa hal, seperti jenis barang yang lebih diprioritaskan, tipe-tipe customer, dan lain-lain.

Step kedua : Mine your Data
Sayangnya pada tahun 2011, Google mengimplementasikan perubahan pada platform Google Analytics yang membuat kita tidak mampu lagi melihat langsung keyword-keyword atau phrase yang digunakan audiens untuk menemukan suatu situs tertentu. Akan tetapi, masih terdapat beberapa cara lain untuk mendapatkan keyword, seperti mempertimbangkan situs yang sering dikunjungi sebagai proxy untuk user intent. Cara lain juga dapat melalui data-data dari historic analytics data dan search engine lainnya.

Meskipun demikian, cara yang tercepat untuk memulai keyword list adalah dengan melakukan brainstorming. Kembali pada tahap kedua yaitu membuat gambaran audiens, kini coba pikirkan kembali dan tulis keyword-keyword yang mungkin akan mereka gunakan. Tipsnya adalah coba untuk menulis apapun yang muncul di pikiran dan tidak melakukannya lebih lama dari 5 menit untuk setiap gambaran audiens yang muncul. Tidak apa untuk memiliki list yang masih sedikit karena akan dikembangkan pada step berikutnya.

Step Ketiga: Mine secondary data sources
Setelah sebelumnya sudah menulis beberapa keywords, kini saatnya untuk memperluas keyword-keyword tersebut. Untungnya terdapat berbagai third-party tools yang dapat digunakan. Coba search “keyword research tool” atau kamu bisa menggunakan Google Keyword Planner.

Cara menggunakan tools ini tidaklah terlalu sulit. Tools ini bekerja seperti Thesaurus yang akan menyediakan similar dan related terms dengan keyword yang telah disusun. Meskipun demikian, coba sortir keyword tersebut agar tetap relevan. Kualitas dari data yang muncul akan sangat bergantung pada langkah-langkah dan step yang telah dijalankan sebelumnya.
Selain Google Keyword Planner juga terdapat beberapa opsi third-party tools lain yang sering digunakan, yaitu SEMRush and KeywordTool.io

Step keempat: Sense Check
Sekarang anda sudah memiliki list yang berisi dengan banyak keyword, tetapi seringkali kesalahan dilakukan ketika hanya berfokus pada banyaknya keyword yang didapat. Penting juga untuk memperimbangkan kualitas dari masing-masing keyword dengan mempertimbangkan

Apa commercial value yang dimiliki oleh keyword tersebut?
Bagaimana penggunaan keyword ini akan bersaing dengan industri-industri lainnya?
Bagaimana pendapat orang lain mengenai keyword tersebut?

Tulisan ini merupakan bagian dari Digital Advertising Course berdasarkan pengalaman dan rekomendasi oleh Rubbi Widiantoro yang menjadi basic principle dalam digital ad atau programmatic buying serta bisa menjadi pembelajaran untuk melakukan pembelian iklan digital melalui programmatic