2.2.3 Contextual Targeting

Contextual targeting mengacu pada penempatan iklan di situs web yang secara langsung relevan dengan produk yang dijual di iklan tersebut. Oleh karena itu, konten yang ada di dalam iklan berkaitan langsung dengan konten di situs atau halaman web.

Contoh:

Anda sedang mencari paket liburan ke luar negeri lalu melihat banner iklan harga promo tiket pesawat dari situs web lain yang berkaitan. 

Cara ini juga digunakan oleh search engines untuk memasang iklan di halaman mereka dengan cara mencocokan kata kunci dalam pencarian dengan konten di dalam iklan.

Sekarang ini, ada peningkatan kesadaran masyarakat dan aturan-aturan bagi industri untuk membatasi pengumpulan data pengguna. Oleh karena itu, cookie-based ad targeting menjadi semakin terhambat dan banyak browser internet juga membatasi penggunaan cookie. 

Akan tetapi, contextual targeting menggunakan session information, seperti situs web yang dijelajahi pengguna, untuk menentukan tujuan dan minatnya. Contextual targeting menjadi data yang diinterpretasikan dari perilaku pengguna, bukan informasi pengconguna langsung, sehingga cara ini sesuai dengan sentimen publik dan peraturan terkait privasi.

Karena iklan ditempatkan dengan mencocokan dan mempertimbangkan tujuan dari pengguna, contextual ad biasanya memiliki peluang lebih tinggi untuk mempengaruhi pengguna dan menghasilkan respons yang lebih menguntungkan.

Bagaimana cara kerja contextual advertising? 

  • Keyword selection: Iklan ditempatkan di situs web atau blog yang relevan dengan cara memilih kata kunci yang tepat lalu mencocokannya dengan konten yang tersedia di situs web
  • Google Ads menganalisa konten untuk memahami temanya, lalu mencocokannya dengan kata kunci, topik, data demografi, pengguna, dan kebiasaan browsing pengguna
  • Iklan dipasang sesuai dengan hal-hal tersebut

Keuntungan menggunakan contextual targeting:

  • Tidak begitu banyak mengumpulkan informasi pribadi sehingga menjadikannya sistem yang aman dan lebih disukai oleh sebagian besar perusahaan yang perlu mengikuti aturan-aturan terkait privasi
  • Meningkatkan pembelian secara signifikan karena efektif untuk jenis-jenis konten tertentu
  • Menambah nilai dari konten itu sendiri
  • Karena iklan dirancang khusus untuk audiens yang tertarik pada subjek tertentu, iklan tersebut tidak terlalu mengganggu dibandingkan banner iklan biasa

Akan tetapi, contextual targeting juga memiliki tantangan tersendiri: 

  • Beberapa produk dan konsep bisa terlalu umum untuk penargetan tertentu dan memiliki sekelompok pengguna bisa jadi berarti malah mengabaikan pengguna yang lain
  • Prosesnya membutuhkan pertimbangan yang cermat mengenai kata kunci dan konten yang tepat agar tidak salah memasangkan keduanya
  • Masalah terkait frequency capping (yaitu membatasi jumlah total pengguna mengunjungi iklan) dan penerapannya sulit untuk dikelola

Tulisan ini merupakan bagian dari Digital Advertising Course berdasarkan pengalaman dan rekomendasi oleh Rubbi Widiantoro yang menjadi basic principle dalam digital ad atau programmatic buying serta bisa menjadi pembelajaran untuk melakukan pembelian iklan digital melalui programmatic