Iklan digital sudah dapat ditemukan dimana-mana, mulai dari komputer, smartphone hingga digital out of home akan tetapi konsumen sering kali mengabaikan iklan tersebut. Untuk mendapatkan perhatian konsumen, advertiser telah menyesuaikan diri dengan kebiasaan digital konsumen, misalnya dengan mengingat apa yang dibaca dan dibeli secara online, kemudian menggunakan informasi tersebut untuk menjual produk-produk yang menurut advertiser cocok untuk para konsumen. Hal ini dikenal dengan istilah targeting advertising.
Targeting advertising adalah bentuk iklan digital yang berfokus pada sifat, minat, dan preferensi tertentu dari konsumen. Pengiklan dapat menemukan semua informasi ini dengan melacak aktivitas Anda saat sedang menelusuri internet.
Contoh:
Anda mengunjungi salah satu situs belanja online dan mencari sepatu olahraga. Agar bisa melacak aktivitas Anda, situs tersebut membuat file bernama cookie di perangkat digital Anda. Setelah itu, jika Anda mengunjungi situs lain untuk membaca berita, misalnya, iklan akan otomatis membaca cookie dan memunculkan iklan yang berkaitan dengan aktivitas Anda sebelumnya, yaitu sepatu olahraga.
Kelebihan dari targeted ads adalah pengguna benar-benar melihat iklan dari produk yang mereka inginkan. Akan tetapi, sistem ini tidak sepenuhnya sempurna. Terkadang meskipun Anda hanya melihat sebuah situs satu kali, Anda mungkin akan terus mendapatkan iklan tentang produk tersebut untuk beberapa waktu.
Targeted ads dapat dilihat sebagai bentuk pelanggaran privasi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa segala informasi yang Anda masukan ke internet itu dapat dilacak, baik melalui search engine, update di media sosial, atau situs web yang Anda kunjungi. Jika dapat dilacak, informasi ini akan kembali kepada Anda dalam bentuk targeted ads.
Semakin banyak informasi tentang Anda yang diketahui oleh advertiser , semakin mudah mereka untuk berasumsi tentang kebiasaan belanja Anda. Seperti misalnya usia, jenis kelamin, pendapatan, status hubungan; advertiser dapat mengambil apapun yang mereka bisa dapatkan di internet untuk menjual sesuatu kepada Anda.
Targeted ads ini juga akan mengikuti Anda bahkan ke perangkat yang berbeda. Misalnya, apabila Anda membeli sepatu melalui laptop, targeted ads tentang sepatu juga akan muncul di ponsel Anda meskipun Anda tidak pernah melihat sepatu di ponsel. Pengiklan bisa menebak siapa Anda dengan menganalisa lokasi, kebiasaan browsing, dan situs-situs yang Anda masuki, seperti Google atau Facebook.
Tulisan ini merupakan bagian dari Digital Advertising Course berdasarkan pengalaman dan rekomendasi oleh Rubbi Widiantoro yang menjadi basic principle dalam digital ad atau programmatic buying serta bisa menjadi pembelajaran untuk melakukan pembelian iklan digital melalui programmatic