2.2.2 Behavioral Targeting

Behavioral targeting adalah praktik mengelompokkan konsumen berdasarkan perilaku web browsing mereka, termasuk halaman apa saja yang dikunjungi, hal apa saja yang dicari, tautan apa saja yang diklik, dan produk apa saja yang dibeli. Bisa juga menambahkan data dari toko seluler dan fisik, mencakup lokasi dan pembelian apa saja di dalam toko.

Orang-orang yang memiliki perilaku serupa kemudian dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok tertentu sehingga memungkinkan advertiser  untuk menargetkan mereka dengan iklan yang spesifik dan relevan dengan riwayat penelusuran dan pembelian mereka.  

Tipe ini baik digunakan dalam berbisnis karena personalized marketing lebih efektif. Selain itu, tipe ini juga baik untuk konsumen sehingga mereka tidak perlu melihat konten-konten yang tidak relevan bagi mereka.

Dengan behavioral targeting, Anda dapat mempersonalisasi pemasaran berdasarkan data-data dari sumber berikut:

  1. Website engagement
    • Apa yang dilihat dan diklik orang di situs web Anda?
    • Dengan menggunakan website engagement untuk behavioral targeting, Anda dapat mempersonalisasi user experience situs Anda, termasuk memunculkan promosi pop-up, iklan, dan tautan ke konten terkait sehingga pengguna bisa melihat iklan berdasarkan produk, jasa, dan informasi yang sesuai dengan minatnya.
  2. Campaign engagement
    • Email mana yang dibuka dan diklik orang?
    • Campaign engagement membantu Anda membuat target berdasarkan siapa yang membuka email ada (atau siapa yang tidak) serta apa yang mereka klik. 
    • Hal ini bisa membantu Anda menyempurnakan cara Anda mengatur audiens Anda. Anda dapat mengirim ulang email kepada orang-orang yang tidak membuka atau Anda dapat mengirim email ke orang-orang yang sering berinteraksi dengan email Anda.
  3. Purchase behavior
    • Barang apa yang dibeli, ditambahkan ke keranjang, atau dilihat orang?
    • Dalam setiap situs e-commerce, dari halaman beranda sampai keranjang belanja, kemungkinan besar Anda akan melihat saran untuk produk dan bisnis serupa, inilah yang disebut behavioral targeting.  
  4. App engagement 
    • Aktivitas apa yang dilakukan (atau tidak dilakukan) di aplikasi Anda?
    • Behavioral targeting sangat penting untuk mendorong app engagement karena dapat membantu Anda memberikan personalized marketing yang mendorong lebih banyak penggunaan dalam aplikasi tersebut berdasarkan apa yang (atau tidak) orang lakukan di aplikasi Anda. Anda bahkan dapat mengelompokkan pengguna berdasarkan perilakunya dalam jangka waktu tertentu, misalnya: menjangkau pengguna yang mengunduh aplikasi Anda tetapi belum log in dalam seminggu.

Untuk dapat melakukan personalisasi yang efektif, Anda perlu mengelompokan audiens ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan sifat atau perilaku yang sama. Semakin Anda mempersonalisasi pesan Anda untuk audiens yang ditargetkan, semakin baik respons yang akan Anda dapatkan.

Faktanya, advertiser an yang terkelompokan menghasilkan open rates 23% lebih tinggi dan click rates 49% lebih tinggi dibandingkan advertiser an yang tidak terkelompokan, karena orang-orang menerima pesan yang sesuai dengan dirinya.

Konten yang dipersonalisasi, dikirim dengan konten yang tepat pada saat yang tepat, meningkatkan kemungkinan audiens Anda akan mengambil tindakan sesuai dengan apa yang Anda harapkan. Ini juga menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi audiens sehingga dapat meningkatkan loyalitas.

Tulisan ini merupakan bagian dari Digital Advertising Course berdasarkan pengalaman dan rekomendasi oleh Rubbi Widiantoro yang menjadi basic principle dalam digital ad atau programmatic buying serta bisa menjadi pembelajaran untuk melakukan pembelian iklan digital melalui programmatic