Predictive retargeting merupakan metode yang bisa memberitahu Anda kemungkinan konsumen melakukan pembelian berdasarkan perilaku browsing mereka. Pola perilaku yang berbeda akan mengarah pada kemungkinan outcomes yang berbeda juga sehingga bisa membuat pada konsumen ditempatkan di kelompok-kelompok yang berbeda. Berbeda dari retargeting tradisional yang hanya merespons aksi pasif, metode ini menebak langkah audiens berikutnya berdasarkan data historis.
Bagaimana cara kerjanya?
Perilaku real-time pengguna serta interaksi mereka dalam 24 jam di situs web didata untuk dianalisa. Data tersebut dapat memberikan analisis prediktif yang dapat membantu advertiser mencapai tujuan yaitu menayangkan iklan yang tepat pada audiens yang tepat, pada waktu yang tepat
Hasilnya, iklan yang tampil terasa jauh lebih personal, tepat sasaran, dan relevan.
Manfaat Utama:
- Optimasi Anggaran Iklan: Menjangkau calon pembeli yang memiliki potensi konversi paling tinggi.
- Pesan & Timing Presisi: Menyajikan penawaran yang tepat di momen yang paling krusial.
- Pengalaman Pengguna Lebih Baik: Meminimalkan iklan irelevan yang mengganggu, sehingga membangun loyalitas merek secara alami.
Contoh:
Nike bermitra dengan mobile advertising specialist UberMedia untuk mengembangkan campaign promosi sepatu baru bintang NBA Carmelo Anthony. Para pengguna yang mengikuti New York Knicks di Twitter (baik akun tim maupun akun pemain individu) menjadi sasaran kampanye, serta para pengguna ponsel yang melalui GPS dapat dilacak bahwa mereka berada di lapangan tenis, jalur lari, atau jalur hiking dalam 30 hari terakhir. Selain itu setiap kali pengguna ponsel berada dalam jarak tertentu dari toko Nike, iklan akan muncul di ponsel mereka untuk mengarahkan mereka ke lokasi pembelian yang paling relevan

Tulisan ini merupakan bagian dari Digital Advertising Course berdasarkan pengalaman dan rekomendasi oleh Rubbi Widiantoro yang menjadi basic principle dalam digital ad atau programmatic buying serta bisa menjadi pembelajaran untuk melakukan pembelian iklan digital melalui programmatic