Tanpa pengukuran dan analisis, mustahil untuk mengetahui keefektifan brand’s full-funnel marketing strategy. Berikut adalah tiga pendekatan untuk mengukur dan mengoptimalkan strategi full-funnel strategy.
Pahami bagaimana saluran saling memengaruhi
Pendekatan A full-funnel dapat mencakup iklan di banyak saluran untuk menjangkau pelanggan di setiap tahap funnel. Setiap fase memiliki metrik keberhasilannya sendiri.
Top-of-the-funnel (TOFU)
Ketika pengiklan perlu mendapatkan kesadaran merek yang luas di antara konsumen, metrik TOFU mengukur:
- unique reach
- completion rate
- click-through rate (CTR)
Middle-of-the-funnel (MOFU)
Metrik MOFU membantu menunjukkan kapan konsumen memiliki kemungkinan lebih besar untuk membeli. Tolok ukur ini mengukur:
- detail page views
- new-to-brand percentage
- branded search index
Bottom-of-the-funnel (BOFU)
Ini adalah metrik pemasaran yang mengukur tahapan akhir pembelian dan menghitung:
- return on advertising spend (ROAS)
- customer acquisition cost (CAC)
- orders or units sold
Dengan membandingkan tolok ukur TOFU, MOFU, dan BOFU, pengiklan dapat mengoptimalkan pembelanjaan mereka di semua tahap funnel.
Sesuaikan pesan ke berbagai tahap perjalanan belanja
Penggunaan Ad server memungkinkan merek memastikan mereka menayangkan iklan yang relevan, dan menjangkau audiens dengan pesan yang tepat berdasarkan posisi mereka dalam perjalanan belanja. Misalnya, sebuah merek dapat menggunakan Ad server untuk membuat aturan guna menunjukkan kepada audience yang sebelumnya telah melihat produknya, call to action (CTA) atau gambar yang berbeda dari kepada audience yang belum pernah melihat produk mereka sebelumnya. Hal ini memungkinkan merek untuk terhubung dengan pembeli di mana pun mereka berada dalam jalur mereka untuk membeli.
Bandingkan pembelanjaan dengan teman sebaya
Berbagai alat memungkinkan merek untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana pengeluaran iklan mereka dibandingkan dengan kumpulan agregat rekan dalam kategori produk mereka. Ini dapat menjadi informasi yang berguna untuk dipelajari sehingga marketers menyadari apakah mereka terlalu banyak atau kurang mengindeks penjualan, pencarian bermerek, dan metrik lainnya.
Tulisan ini merupakan bagian dari Digital Advertising Course berdasarkan pengalaman dan rekomendasi oleh Rubbi Widiantoro yang menjadi basic principle dalam digital ad atau programmatic buying serta bisa menjadi pembelajaran untuk melakukan pembelian iklan digital melalui programmatic