Sebelumnya kita sudah membahas mengenai SSP, mulai dari definisi, cara kerja, hingga manfaatnya. Seluruh poin-poin yang ada di dalam flow programmatic landscape sudah kita bahas di tulisan-tulisan sebelumnya. Namun, kita juga perlu mengetahui poin-poin lain yang juga tidak kalah penting dalam flow programmatic advertising tersebut, yaitu ad serving dan 3rd party verification.
Dalam flow programmatic, keduanya ada di bagan ini:

Ad server memiliki peran penting dalam periklanan digital, yaitu merupakan teknologi iklan yang memungkinkan pengelolaan, penayangan, dan pelacakan iklan atau promosi pada properti digital seseorang. Ad servers menentukan secara real-time iklan terbaik untuk ditayangkan berdasarkan relevansi, penargetan, anggaran, dan sasaran pendapatan.
Bagaimana cara kerjanya?
Pada dasarnya, publisher mengidentifikasi penempatan iklannya, seperti iklan bergambar pada halaman artikel. Ketika pembaca mengunjungi halaman tersebut, ad server menerima request untuk mengisi iklan itu. Kemudian dipilih iklan yang cocok dan sesuai dengan minat pembaca dan kesesuaiannya dengan konten di halaman. Pengguna lalu melihat iklan tersebut dan ad server melacak engagement-nya, termasuk impressions, clicks, dan conversions.
Manfaat ad serving:
- Meningkatkan efisiensi workflow
- Dengan menyimpan semua data iklan di ad server, Anda tidak perlu bekerja satu persatu dengan tiap publisher setiap kali ada perubahan pada iklan. Bahkan, Anda bisa melakukan modifikasi massal pada iklan melalui satu platform
- Tugas harian yang bekerja secara otomatis dapat menghemat waktu Anda sehingga Anda bisa melakukan hal lain. Dengan memusatkan semua data iklan ke dalam server, Anda dapat memangkas biaya dan memperoleh manfaat yang lebih besar juga
- Memaksimalkan data yang ada
- Data merupakan faktor penting bagi advertiser. Data dapat memberitahu Anda siapa pelanggan Anda, apa yang ia minati, apa yang penting baginya, dan kapan waktu yang tepat untuk menghubunginya. Dengan membuat daftar audiens di ad server, Anda bisa memanfaatkannya untuk campaign di masa mendatang.
- Dengan menyatukan seluruh data ke dalam satu server, Anda bisa melihat konsumen Anda melalui satu tempat dan membuat keputusan yang tepat tentang cara menjangkau mereka dan cara menyesuaikan penawaran Anda dengan kebutuhan mereka
Ad servers bisa dibagi ke dalam dua kategori:
First-party ad servers
- Digunakan oleh Pubisher untuk mengelola penempatan iklan dan menayangkan iklan yang ditargetkan untuk pengguna bawaan mereka.
- First-party ad server secara khusus dilakukan oleh server publisher, mengirimkan permintaan iklan kepada advertiser untuk kemudian ditampilkan di situs web atau aplikasi seluler publisher, menyederhanakan proses penjualan dan pembelian slot iklan
Third-party ad servers
- Digunakan oleh advertiser untuk melacak iklan mereka dan mengumpulkan data pengguna, yang kemudian akan mereka gunakan untuk mengoptimalkan strategi mereka.
- Third-party atau advertiser berperan sebagai alat audit untuk mengukur dan memverifikasi data yang diberikan oleh penerbit, seperti impressions dan clicks, untuk melihat apakah sudah dilakukan dengan benar.
Ad servers juga bisa dibagi ke dalam dua tipe:
Self-hosted ad servers
- Merupakan platform yang dikelola oleh publisher sendiri. Meskipun tipe ini menawarkan lebih banyak kontrol langsung oleh publisher terkait data-datanya, namun mereka juga memiliki tanggung jawab yang lebih banyak, seperti memasang dan memperbarui teknologinya.
Hosted ad servers
- Merupakan platform yang diselenggarakan oleh perusahaan luar. Server semacam ini memerlukan pengetahuan teknis tentang cara menjalankannya dan sepenuhnya bergantung pada kemampuan profesional ad server.
- Server ini cenderung mudah digunakan dan dapat memperbarui secara otomatis. Mungkin juga datang dengan fitur pendukung baru dan real-time monitoring untuk memastikan iklan miliki penerbit dikelola dengan baik
Kelebihan dan kelemahan Self-hosted ad servers dan Hosted ad servers:

Jenis-jenis ad servers lainnya:
- Open source ad servers
- Merupakan skrip penayangan iklan gratis yang memungkinkan penerbit, networks, dan advertiser menjalankan sejumlah operasi. Serupa dengan self-hosted ad server, Anda harus mengurus dan menjalankan layanan iklannya sendiri serta membiayai server yang sedang berlangsung.
- Menggunakan tipe ad server ini memberikan Anda kebebasan untuk mengelola dan menjalankan campaign iklan untuk banyak advertiser , serta ad network atau ad exchange.
- Open source ad servers juga memiliki fungsi yang serupa dengan third-party, khususnya dalam kemampuan untuk menayangkan iklan di situs web dan aplikasi seluler, serta mengumpulkan data untuk impressions, clicks, dan conversions.
- Perbedaannya dengan third-party adalah open source memberikan layanan yang gratis
- Mobile ad servers
- Merupakan web-based dan self-serving software untuk para advertiser agar dapat mengatur iklannya sendiri yang ditampilkan pada aplikasi atau situs web seluler.
- Video ad servers
- Format video merupakan jenis konten yang banyak dikonsumsi karena memungkinkan kita mencerna informasi dengan cara yang lebih ringkas dan cepat
- Iklan video melibatkan proses menampilkan iklan dalam konten video online, baik sebelum, selama, atau setelah klip, atau bahkan ditampilkan sendiri.
- Iklan video ini dijual dan dibeli melalui programmatic advertising. Jadi, biasanya video ad servers membantu advertiser dan penerbit mengelola iklan video dan tag campaign mereka.
- Platform iklan video memungkinkan penyimpanan terpusat, pelacakan data, dan pengiriman iklan video, membantu penerbit menentukan iklan mana yang ditampilkan di layar untuk menyasar audiens yang tepat dan menghasilkan konvensi yang banyak.
Tulisan ini merupakan bagian dari Digital Advertising Course berdasarkan pengalaman dan rekomendasi oleh Rubbi Widiantoro yang menjadi basic principle dalam digital ad atau programmatic buying serta bisa menjadi pembelajaran untuk melakukan pembelian iklan digital melalui programmatic