Sepatu Lari Paling Empuk Buat Trail & Road! | Review Hoka Challenger ATR 5

Kali ini gue akan mereview sepatu Hoka gue yang keberapa, lupa. Ini adalah Hoka Challenger ATR 5. Challenger ATR 5 ini sepatu kedua gue. Yang pertama gue punya Challenger ATR 4, yang bisa lo liat review-nya disini nih. Untuk Challenger ATR 5, ini gue pake di race Tahura Trail 2020, Januari kemarin. Terus, dua kali gue pake di latihan Sentul Trail, yang di awal Januari, dan sama kemarin, Cisadon Trail, di awal Februari. Orang bilang, Hoka ATR itu adalah sepatu trail, tapi dua kali road.

Kenapa dua kali road?

Karena dia cushionnya ga terlalu tebal, dan gripnya pun ga terlalu… Cengkaramannya ga terlalu kuat seperti sepatu Hoka yang lain, atau seperti sepatu SpeedGoat.

  • Sepatu ini licin kalo untuk jalur seperti Tahura, Sentul, apalagi lo pakenya di musim hujan Januari Februari. Ini licin, gue pake licin.
  • Yang kedua, ini tidak anti air, udah pasti tidak anti air.
  • Yang ketiga itu… Gue belum menemukan yang ketiga, tapi kelebihannya adalah… keren, Jadi kelebihannya, lo pake sepatu Hoka. Kelebihannya adalah, selain lo bisa pake di trail, ini bisa lo pake buat di road.

Spesifikasi Utama

  • Bobot: Sekitar 266 gram (pria) dan 218 gram (wanita).
  • Drop: 5 mm (tumit 29 mm, depan 24 mm).
  • Bantalan: Menggunakan oversized EVA midsole khas Hoka yang tebal dan empuk untuk meredam benturan.
  • Outsole: Desain lug (gerigi) 4 mm yang rapat di bagian tumit untuk transisi mulus, dan lebih renggang di bagian depan untuk cengkeraman (grip) yang lebih baik.
  • Upper: Mesh dua lapis yang tahan lama, dilengkapi pelindung jari kaki (toe cap).

Jadi kelebihannya, lo pake sepatu Hoka. Kelebihannya adalah, selain lo bisa pake di trail, ini bisa lo pake buat di road. Karena di road, ketika lo pake ini, kaki lo ga terlalu sakit. Ga sakit lah, apalagi seperti badan berat seperti gue nih, pake ini ga terlalu sakit. Karena cushionnya lumayan tebal, buat di road pun dia mumpuni.

Cengkeramannya tuh pas buat di kaki, jadi kaki lo tuh ga oleng ketika lo lari di road. Karena gue pun lari di road pun ga full di asfal, tapi lebih banyak lari di trotoar atau di jalan setapak, city trail. Gue nyebutnya city trail. Ini bagus, apalagi buat lo pelari yang berbadan berat seperti gue.

Terus kelebihannya apalagi?

Kelebihannya, ini buat gue ga bikin lecet. Karena cushionnya tebal, jadi kentakan dari kaki lo ke lantai itu tidak memakan korban, tidak memakan ankle atau segala macem. Tapi akan memakan lutut lo atau paha lo untuk waktu ini. Untuk uphill, ini lumayan bagus, khususnya untuk trailnya. Tidak basah atau becek, ini bagus. Tetapi kalau udah basah atau licin, ini kurang bagus. Untuk kebatuan, ini bagus, tapi untuk tanah berlumpur, ini ga bagus.

Untuk downhill Ini jauh lebih parah dari uphill. Apalagi kalau medannya sedikit becek atau habis turun hujan. Susah untuk jaga. Pasti akan sliding atau terlingkir. Komposisinya adalah ketika lo beli ini. Lo harus siap dimain setengah trail dan setengah road. Jadi, road nya lumayan enak, trail nya lumayan enak. Tapi bukan untuk full trail bagi gue, karena grip nya kurang, masih licin. Di jalan tanah masih licin. Kalau untuk di road oke.

Jadi, ini gue pake buat road, karena buat adjustment di jalan di 25 Juni nanti. Kira-kira itu sih yang simpulan dari gue. Semoga, satu, ga bikin leceh, kedua, stress nya banyak. Untuk ukuran gue, karena stress ini 45. 5. Jadi, ketika lo pake ini pun, di jalan pun, ketika lo beli ini. Jadi, intinya, spot ini diperlindungkan untuk orang-orang besar seperti gue, dari tinggi sampai tinggi

Kelebihan & Kekurangan

  • Kelebihan: Sangat serbaguna (enak di jalan raya maupun trail ringan), ruang jari kaki (toe box) yang lega, dan bantalan luar biasa untuk lari jarak jauh.
  • Kekurangan: Tidak cocok untuk medan yang sangat teknis atau berlumpur tebal.