Pada Tulisan sebelumnya, kita sudah membahas mengenai apa itu Ad Serving, bagaimana cara kerjanya, manfaatnya, serta berbagai tipe dan kategorinya. Nah, di video ini kita akan membahas bagian dari Flow Programmatic Landscape yang terakhir, yaitu Third-Party Verification. Pada Flow Programmatic Landscape, Third-Party Verification posisinya ada di sini.

Di era Ad Fraud, semakin banyak uang advertiser yang terbuang sia-sia untuk impresi iklan yang muncul di situs penipuan, tidak menjangkau audiens yang diinginkan, atau tidak ditampilkan dengan benar di browser pengguna Ad Verification muncul sebagai solusi untuk masalah ini dan terdiri dari menemukan area yang menghentikan iklan menjangkau audiens seluas mungkin.
Ad Verification
Ad Verification adalah proses yang memungkinkan advertiser untuk memeriksa apakah iklan mereka ditampilkan dalam konteks yang tepat, di situs web yang tepat, di area situs web yang tepat, dan dilihat oleh audiens yang tepat.
Area Ad Verification teknologi ini akan mendapatkan daya tarik tersendiri yang mungkin akan segera mengubah cara advertiser membelikan dan bagaimana impresi dinilai The Ad Verification Third-Party kemudian mengirimkan report tersebut kembali ke advertiser atau agency, sehingga mereka dapat menganalisa data tentang placement, performance, viability, dan brand safety.
Viewability,
Viewability melibatkan checking apakah iklan tersebut terdapat dalam viewable space di browser berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti persentase pixel iklan dan lamanya iklan yang berapa di viewable space browser
Untuk viewablity, adalah kita bisa tahu iklan ini muncul seberapa terlihat kalau dalam ukuran piksel minimal, misalkan 70% dari piksel itu sudah terloading atau sudah terupload, itu bisa jadi minimal untuk viewablity.
Rumusan dan Persentase iklan yang benar-benar terlihat. menurut standar umum (IAB):
- Display:
- 50% area iklan terlihat
- minimal 1 detik
- Video:
- 50% area video terlihat
- minimal 2 detik
Target viewability yang baik: ≥70% untuk display dan ≥60% untuk
video. Semakin tinggi viewability, semakin efektif iklan terlihat
audiens .
Contextual Brand Safety,
Contextual Brand Safety adalah memastikan iklan Brand tidak muncul di samping konten yang tidak pantas. Brand Safety digunakan dalam campaign tertentu untuk memastikan Brand Safe berdasarkan konten atau kata kunci tertentu yang ditemukan dalam halaman dimana impression being serve
Sedangkan brand safety ini adalah sesuatu hal yang baru dan yang sangat-sangat dinanti oleh advertiser. Kenapa? Karena kadang advertiser itu tidak ingin iklannya itu bersebelahan dengan konten yang tidak pantas, misalkan konten itu kesalahan, konten itu tentang perang, konten itu tentang bencana.
Jadi, mereka tidak ingin mengiklan di sesuatu konten yang tidak sesuai dengan iklannya atau tidak sesuai dengan strategi kampanyenya. Berikut ini, saya tanyakan tabel programmatic player yang berisi pemain-pemain dalam programmatic advertising.
The Programmatic Players
Nah, berikut ini saya tayangkan tabel programmatic players yang berisi pemain-pemain dalam programmatic advertising.

Tulisan ini merupakan bagian dari Digital Advertising Course berdasarkan pengalaman dan rekomendasi oleh Rubbi Widiantoro yang menjadi basic principle dalam digital ad atau programmatic buying serta bisa menjadi pembelajaran untuk melakukan pembelian iklan digital melalui programmatic