Website Traffic Metric
Website traffic metric lebih berfokus mengukur performa traffic website sebagai pusat aktivitas online. apa saja digital marketing metrics satu ini?
- Overall Traffic
- Overall traffic merupakan jumlah keseluruhan traffic sebuah website, baik dari organic traffic, paid search atau direct traffic. Untuk mengetahui overall traffic, gunakan tool digital marketing seperti Ubersuggest, Google Analytics dan lain sebagainya. Setiap tool biasanya memiliki nama tersendiri untuk menyebut overall traffic.
- Semakin tinggi traffic website anda maka semakin besar peluang konversi atau penjualannya. Grafik overall traffic bisa menjadi landasan utama untuk menentukan strategi apa saja yang harus diambil untuk kedepannya
- Channel Metric
- Traffic yang masuk ke website bisa berasal dari beberapa sumber atau beberapa channel. Setiap channel dapat menyumbang banyak traffic dan bisa juga tidak menyumbang banyak traffic. Dengan memeriksa channel metric, anda bisa memperkirakan sumber mana yang paling potensial dalam menggiring traffic dan mana channel yang membutuhkan perbaikan.
- New vs Returning Visitor
- Pengunjung website terbagi menjadi dua yaitu pengunjung baru (new) dan pengunjung yang sudah pernah datang (returning). New and returning visitor akan dibedakan berdasarkan historis kunjungan ke website. Data new vs returning visitor metric bisa memberikan gambaran tentang seberapa sukses usaha digital marketing sampai dengan menambah jumlah visitor dan membuat visitor kembali lagi ke website.
- Exit Rate
- Exit rate merupakan metric yang menunjukkan berapa kali visitor berkunjung dari satu halaman ke halaman yang lainnya sampai dengan meninggalkan website. Exit rate bisa memberikan gambaran performa halaman website. Semakin tinggi persentase exit rate pada sebuah halaman maka kemungkinan halaman tersebut semakin membutuhkan perhatian. Anda dapat melihat exit rate metric ini pada tool digital marketing seperti Google Analytics. Dengan melihat data exit rate, anda bisa kembali mengevaluasi halaman yang paling sering ditinggalkan oleh visitor. Anda misalnya bisa mengaudit kecepatan, tampilan atau update konten.
Engagement Metric
Engagement metric sangat berguna untuk mengukur interaksi antara audiens dengan digital marketing yang dijalankan. Beberapa engagement metric antara lain:
- Bounce Rate
- Bounce rate merupakan persentase visitor yang meninggalkan halaman website tanpa melakukan apa-apa baik untuk mengisi formulir, berlangganan newsletter, mengklik CTA sampai dengan melakukan pembelian. Kalau bounce rate tinggi maka semakin kecil peluang anda untuk menggiring konsumen membeli produk atau anda sekadar mendapatkan lads karena mereka terlanjur pergi. Selain itu, kalau visitor berasal dari Google maka website dianggap tidak cocok dengan kebutuhan audiens. Google tidak akan merekomendasikan website anda untuk kebutuhan yang serupa pada mesin pencarian.
- Average Time on Page
- Time on Page adalah metric yang menunjukkan berapa lama visitor berada pada suatu halaman website. Ketika anda membuat sebuah konten blog kemudian audiens membaca konten sampai selesai, maka itu menunjukkan engagement yang tinggi. Engagement sebuah halaman dapat dihitung dari rata-rata waktu kunjungan per halaman dari setiap pengunjung atau average time on page. Untuk menghitung metric ini memang ada rumus tertentu, tapi anda tidak perlu menghitung sendiri. Anda bisa melihat detail laporan detail di Google Analytics.
- Pageviews per Session
- Pageviews per session adalah jumlah rata-rata halaman yang dilihat oleh visitor dalam satu sesi kunjungan. Metric ini dihitung ketika seseorang datang ke halaman situs anda dan tidak langsung keluar tetapi masuk ke halaman-halaman lain yang ada di website anda. Semakin banyak halaman yang dikunjungi dalam satu kali akses maka semakin tinggi angka pageviews per sessions.
- Impression
- Impression adalah metric yang digunakan untuk mengukur total orang yang melihat konten anda (viewers). Dalam digital marketing, metric ini bisa ditemukan dalam semua channel marketing seperti Google AdSense, Instagram Ads, Facebook Ads dan website. Dengan impressions, anda akan mengetahui berapa kali halaman dari hasil penelusuran Google dilihat oleh pengguna.
- Engagement Rate
- Engagement rate adalah metric yang digunakan untuk mengukur seberapa aktif visitor dengan konten yang dibuat. Metric ini dapat diterapkan untuk berbagai platform digital marketing misalnya media sosial. Engagement mengukur interaksi yang dilakukan oleh audiens terhadap bisnis anda. Misalnya di media sosial, engagement rate akan mengukur metric berupan like, comment, share, bukan hanya jumlah followers saja.
Conversion Metric
Conversion mengukur banyaknya tindakan target konsumen sesuai tujuan strategi bisnis anda misalnya membeli produk, mendaftar membership dan lainnya.
- Click-Through Rate (CTR)
- Click Through Rate (CTR) adalah rasio jumlah klik terhadap impression. Dengan menggunakan metric ini, anda bisa mengukur seberapa persen efektivitas konten digital marketing anda.
- Cost per Click (CPC)
- CPC adalah metrik digital marketing yang menghitung biaya yang harus dibayarkan untuk setiap klik pada iklan anda.
- Cost per Lead (CPL)
- Jika CPC dihitung berdasarkan click, CPL (Cost per Lead) menghitung biaya per leads atau user potensial. Oleh karena itu, anda perlu mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan leads atau user potensial baru.
- Conversion Rate
- Conversion rate adalah metric yang mengukur efektivitas landing page anda dalam membuat pengunjung mengklik tombol CTA, melakukan pembelian, download ebook dan sebagainya. Jadi, anda tahu berapa persen pengunjung website yang melakukan konversi.
Revenue Metric
Sesuai dengan namanya, revenue metric digunakan untuk menganalisa keberhasilan penjualan produk anda. Setidaknya, ada beberapa metric penting yang harus dipahami:
- Customer Acquisition Cost (CAC)
- Customer Acquisition Cost (CAC) merupakan metric untuk mengukur biaya untuk mendapatkan konsumen. Untuk mengetahui CAC, anda bisa menghitung total biaya marketing dan sales dibagi dengan total konsumen baru.
- Return on Ad Spend (ROAS)
- Return on Ad Spend (ROAS) adalah metric untuk mengukur keuntungan setelah memasang iklan untuk menjual produk. Dengan menggunakan metric ini, anda bisa menganalisis dan mengevaluasi efektivitas iklan yang menghasilkan pendapatan dari berbagai channel.
- Return on Investment (ROI)
- Metric digital marketing yang terakhir adalah Return on Investment (ROI). Anda bisa menghitung keuntungan atas investasi dari digital marketing yang dijalankan. Semakin tinggi tingkat ROI, maka semakin besar keuntungan yang diraih.
Tulisan ini merupakan bagian dari Digital Advertising Course berdasarkan pengalaman dan rekomendasi oleh Rubbi Widiantoro yang menjadi basic principle dalam digital ad atau programmatic buying serta bisa menjadi pembelajaran untuk melakukan pembelian iklan digital melalui programmatic