Episode Salak | Goat Run Trail Series

Race ini merupakah salah satu bagian dari latihan saya dalam mencoba menaklukan marathon pertama saya yaitu “BALI MARATHON 2019” yang akan diadakan pada tanggal 8 September 2019 di Gianyar Bali. Setelah sebelumnya, pada tanggal 30 Juni 2019 saya mengikuti race Sentul Hill Trail Run 18K.

Race ini sengaja saya pilih, selain tempatnya yang tidak jauh dari Jakarta dan berlari di alam lebih mendapatkan tempat tersendiri di dalam diri saya, ya mungkin karena pada masa muda suka mendaki gunung dan trekking, jadi race ini menjadi pelipur lara dan juga untuk mengurangi tensi akibat makin dekatnya 8 September.

Memang sih persiapan saya untuk race ini terbilang tidak terlalu banyak, hanya dua minggu terakhir saya lebih banyak berlari di medan tanjakan, turunan dan long run di car free day di jalan Sudirman-Thamrin, dan dikarenakan juga udara di Jakarta pada satu bulan terakhir menurut data Air Visual kualitas udara Jakarta terburuk sedunia jadi rada-rada waspada dan menjadi parno sendiri, ha ha ha.

Nekat Ikut Bali Marathon 2019 | Episode 01

Nekat, merupakan kata yang tepat dalam menggambarkan ketika pada maret akhir saya memutuskan dan mendaftarkan untuk menuntaskan cita-cita yang tertunda sejak 2015, yaitu mencoba menuntaskan marathon sebelum usia 40. Demi menuntaskan cita-cita nekat ini akhirnya pilihan jatuh ke Bali Maarathon yang terkenal dengan rute panas, hills, dan pengalaman yang menyenangkan, jika membaca review atau postingan medsos yang seliweran di timeline.

Pada episode ini saya akan membreakdown kesulitan yang dihadapi baik dari eksternal dan internal. Salah satunya adalah faktor internal, seperti apa yang terjadi diakhir februari 2019 dimana karir saya mengalami turn over yang menyebabkan saya kini tidak memiliki tim ataupun jabatan dalam artian saya kembali menjadi staff, ini merupakan pukulan cukup telak terhadap kehidupan karir saya mengingat saya hanya membutuhkan 3,5 tahun untuk menjadi seorang manager dari jenjang staff selama meniti karir di Kompas Gramedia dan harus kembali menjadi staff di tahun keenam.

Apa mau dikata, begitulah hidup. Namun mimpi untuk menuntaskan marathon tidak menguap seiring pukulan yang terjadi, dan kenapa saya menyebut nekad, ha ha ha

Selain itu saya juga harus menghadapi faktor eksternal yaitu memasuki bulan Ramadhan yang datang di awal bulan Mei 2019 sehingga saya harus mengimprovisasi waktu latihan yant biasanya dilakukan pagi hari atau setelah subuhan menjadi menjelang atau sesudah berbuka puasa.

Pertama yang saya lakukan adalah membuat program latihan selama 4 bulan tersisa sejak mendapat konfirmasi BIB Bali Marathon di Maret akhir hingga D day yaitu 8 September 2019 dengan meningkatkan kuantitas 4 kali lari dalam satu minggu yang ditutup dengan long run pada minggu. (program latihan bisa download disini dan bisa customize sesuai tanggal dan tinggal di upload ke google calender)

Kedua, saya melakukan mix tranning lari dengan sepedaan, yang biasanya sepedaan saya lakukan di hari rabu dan jumat dengan jarak tempuh hanya 24km ini pun dikarenakan karena keterbatasan waktu mengingat waktu tranning saya hanya ada di jam 05.00 sd 06.00 setiap hari dan senin saya jadwalkan untuk rest day

Ketiga, selain latihan dan latihan saya juga mengikuti race lari, tapi bukan road race melainkan trail running yang mana pada tanggal 30 juni 2019 saya mengikuti Sentul Hill Trail Run 18K, selain itu pada 4 Agustus 2019 saya juga mengikuti Goat Run Episode Salak 20K, race ini lebih untuk mengurangi stress dan hiburan pribadi sih bagi saya dalam menuju Bali Marathon 2019

Singkat kata itulah episode 1, jangan lupa follow Strava untuk mengikuti perkembangan latihan saya dan akan kembali di episode 2

Sentul Hill Trail Run 2019

Hampir 12 bulan lalu saya terakhir mengikuti race lari, yaitu Gede Pangrango Ultra Marathon untuk kelas 21K di Juli 2018. Memang misi tahun ini adalah menyelesaikan Marathon, dan bagian dari misi tersebut salah satunya adalah menjaga stamina dengan mengikuti race SHTR yang diadakan 30 Juni 2019 di Bukit Sentul dan Goat Run Episode Salak yang akan digelar di 4 Agustus 2019 di Cidahu.

2019, saya menyebut sebagai tahun kebangkitan dalam kehidupan lari, selain memperbanyak race dan latihan, ditahun yang sama saya juga harus melakukan re-route dalam karier, sehingga membuat tantangan ditahun ini makin pecah, ha ha ha

SHTR selain ajang latihan, race ini juga sebagai pelepas rindu kepada alam, dan kali ini saya akan berlari bersama sahabat yaitu mas wicaksono. Fyi SHTR ini merupakan trail running pertama mas wicak jika Run 4 River Trail Run Universitas indonesia tidak masuk hitungan, so jadi makin seru dong lari kami berdua.

Enjoy

Cara Seduh Kopi Dengan Moka Pot

Setelah beberapa hari melakukan experimen dengan moka pot barunya, akhirnya rubbi menemukan formulasi yang tepat dalam menyeduh kopi dengan moka pot, berikut tips cara seduh kopi dengan moka pot:

PERTAMA, Gunakan air mendidih dalam moka pot, hindari pengunaan air mentah atau air dingin, jika menggunakan air dingin atau mentah, moka pot membutuhkan waktu untuk mencapai titik didih sehingga dalam periode tersebut kopi akan terpanggang yang mengakibatkan hasil kopi seduh atau espresso terasa burst, gosong atau getir

KEDUA, Hindari pemadatan kopi dalam moka pot atau gunakan bubuk kopi yang kasar jika mau dipadatkan, pemadatan kopi akan mengakibatkan tertahannya air sehingga kopi akan terendam air panas, karena moka pot menganut konsep mengaliri air mendidih melalui kopi bukan merendam kopi, dan faktor ini juga yang mengakibatkan kopi terekstrasi tidak sempurna.

KETIGA, Gunakan air secukupnya dalam moka pot, umumnya volume air dalam moka pot hanya 40 sd 50 ml untuk menghasilkan espresso yang diperlukan dalam satu cangkir kopi yang sempurna

Hotel dengan Akses Kamar Langsung ke kolam Renang di Sekitar Jakarta

Bagi lu yang modelan kayak gue, punya anak kecil, 2 lagi, dengan range umur 2 sampai 10 tahun, menginap di hotel bisa jadi salah satu alternatif untuk mengisi waktu liburan, dan gue juga sampe sekarang heran kenapa anak-anak itu suka banget nginep di hotel, apalagi hotel ada kolam renangnya, dan kali ini gue mau ngebahas hotel yang kamarnya ada akses langsung ke kolam renang, jadi lu buka pintu langsung ke kolam renang

Hotel Neo Green Savana Sentul

Hotel ini berlokasi di antara jakarta dan bogor, tepatnya di sentul. Selain liburan di hotel lu juga bisa mengunjungi beberapa tempat yang memang berada tepat di sebelahnya seperti taman budaya, Zoological Museum, Sentul Highland Golf Course, Jungleland and Alam Fantasi Park.

Sedangkan kamar dengan akses langsung ke kolam renang hanya di patok IDR 830.740,00 ++ permalam, lumayan terjangkau kan

R Hotel Rancamaya

Terletak di lahan seluas 700 hektar, R Hotel Rancamaya hanya berjarak 65 km dari Jakarta dan menyatukan kemewahan kontemporer, golf pemenang penghargaan dan ketenangan dalam suasana yang menakjubkan.

Nah untuk kamar yang bisa akses langsung ke kolam renang dengan tipe kamar Lagoon Superior hanya di patok Rp2,825,000 permalam, lumayan terjangkau kan

Sheraton Bandung Hotel & Towers

Nah untuk yang ini berada di Bandung, tepatnya dijalan Ir. H. Juanda No. 390, hotel ini merupakan jaringan hotel marriot, selain menawarkan kamar dangan pool akses, hotel ini juga menawarkan

Deluxe Guest room dengan Pool access 1,350,000 IDR / night

Ban Tanpa Angin atau Airless

Michelin Pabrikan Ban internasional baru-baru ini mengeluarkan ban masa depan apa ya gue menyebutnya innovasi baru, ban mobil tanpa angin atau versi mereka Unique Puncture-Proof Tire System atau bahasa indonesinya Sistem Ban Anti Tusukan Unik (Uptis)

edan gak, lue bisa banyakan berapa banyak bengkel-bengkel si lay bakalan gulung tikar dan pengisian nitrogen bakal gak kepake, ha ha ha

Sistem Ban Anti Tusukan Unik (Uptis) baru Michelin menghilangkan salah satu aspek penentu ban seperti yang kita kenal selama lebih dari 100 tahun: udara di dalam.

“Idenya adalah untuk mengembangkan teknologi yang cukup kuat untuk membawa beban tetapi cukup ringan untuk menggantikan udara,” kata Cyrille Roget, direktur komunikasi teknis dan ilmiah untuk Grup Michelin

That concept had four main components: it was airless, connected, could be 3D printed (or have a rechargeable tread pattern), and was 100 percent sustainable.

Michelin akan menguji Uptis di dunia nyata dengan General Motors. GM akan mengenakan armada hatchback Chevrolet Bolt EV-nya dengan ban konsep untuk tes jalan di Michigan akhir tahun ini. Kedua perusahaan mengatakan ban gaya Uptis dapat ditemukan pada kendaraan penumpang produksi pada awal 2024.

Secara teoritis, masa pakai tapak untuk Uptis sama dengan ban standar, kata Roget, “Anda selalu memiliki tekanan yang tepat, sehingga ban akan memiliki umur yang lebih panjang,” katanya.